Kisah ini terinspirasi dari seorang teman yang berasal dari Padang, mendengarkan betapa dia menikmati berada di kota kelahirannya tersebut, jadi teringat pernah menginjakan kaki juga di kota itu tahun lalu. Tepatnya pada bulan Juli 2011.
Keberangkatanku ke kota itu bermula dari undangan pernikahan seorang teman kantor, karena mendapat penugasan dari Kepala Bagianku,akhirnya ak dan teman sebagianku Ance berangkat ke Padang. Beberapa teman dari bagian lain juga turut serta dalam perjalanan ini, meskipun berbeda maskapai penerbangan dan jam keberangkatan. Perjalanan ke Padang hampir sama dengan perjalanan menuju Medan (secara sama-sama berada di Pulau Sumatera), tapi waktu tempuhnya jauh lebih singkat daripada ke Medan yaitu 1 jam. Beginila penampakan Bandara Minangkabau:
Sesampainya di Kota Padang masih terasa bingung, belum tau mau kemana karena ga kenal siapapun dan ga tau mau kemana. Akhirnya dengan modal bertanya-tanya kami memutuskan untuk naik damri menuju salah satu mall di Kota Padang, namanya Mall Basko, konon katanya salah satu Mall besar di kota ini. Ukuran mallnya tidak begitu besar ternyata, sebesar Mall Atrium Senen di Jakartala, bahkan lebih kecil. Tapi sepertinya anak gaul Kota Padang ini nongkrongnya disitu semua, hehehehe. Dan yang terasa aneh adalah di Mall itu tidak terdapat bioskop. Bioskop hanya ada satu disana dan terletak ‘dekat’ di belakang Mall itu. Karena jarak bioskop yang katanya ‘dekat’ itu, kami memutuskan untuk berjalan kaki, dan ternyata ampun jauhnya bukan main. Sepertinya penduduk kota ini sudah terbiasa dengan berjalan kaki jauh makanya jarak sejauh itu dikatakan dekat. Sesampainya di bioskop Raya tersebut,kami hanya bisa tertawa melihat kondisi dan isi film-film yang ada di bioskop itu karena film yang diputar kebanyakan film yang sudah berkali-kali tayang di HBO dan kondisi bioskopnya cukup memprihatinkan juga dibandingkan dengan kebanyakan bioskop di Kota Jakarta (sombong anak mudanya :D)
Akhirnya karena tidak ada film yang menarik untuk ditonton, kami memutuskan untuk kembali ke Mall saja dan menunggu kedatangan teman-teman kami dari Jakarta. Setelah bertemu dengan mereka, kami memutuskan untuk makan, tentu saja makan makanan Padang, selagi ada di Padang tentunya, makan sepuasnya.
Kenyang perut senangla hati, kemudian perjalanan pun dimulai. Setelah meletakkan barang-barang di hotel kami diajak berkeliling kota Padang dengan rute pertama tentunya Legenda yang sudah cukup terkenal : MALIN KUNDANG. Patung Malin Kundang yang sudah kita ketahui bersama kisahnya terletak di Kota Padang, tepatnya di Pantai Air Manis. Jangan memikirkan pantai yang bagus seperti di Kepulauan Seribu ataupun di Pantai Kuta Bali. Karena pantainya jauh dari kesan bersih dan terawat. Melihat kondisi Patung Malin Kundang dan kapalnya juga cukup menyedihkan, karena seperti tidak diperhatikan. Tampaknya Pemerintah Kota Padang ini tidak memberikan perhatian yang cukup besar terhadap objek wisata satu ini. Dari yang kami lihat selama disana kebanyakan penduduk lokal yang berkunjung kesana, untuk bermain bola ataupun sekedar bermain air di pinggiran pantai.
Dalam perjalanan pulang menuju hotel, kami melewati perumahan penduduk. Hampir sama kondisinya dengan di kampungku Tarutung, Sumatera Utara. Di masing-masing rumah ada yang jualan durian, dan kami beruntung sekali karena salah seorang Kepala Bagian menyukai Durian, jadila kami berhenti sebentar untuk menikmati durian. Penjualnya pun menggelar tikar tepat di bawah pohon duriannya, lalu kami disajikan durian, air cuci tangan dan minuman. Hmmm mantap sekali suasananya. Serasa di kampung halaman sendiri
Hari kedua di Padang kami lalui dengan mengikuti pesta pernikahan ala masyarakat Padang, ya seharusnya agenda utama kami ya memang menghadiri acara ini. Pesta adat Padang ini berbeda dengan pesta adat Batak. Jauh berbeda, dari segi tempat penyelenggaraan, busana pengantin, makanan yang disajikan, tempaty duduk tamu dan tentu saja konsep acaranya. Yang paling menyiksa adalah tidak ada daging Babi dalam acara ini, hehehehe. Kasian juga liat pengantin wanitanya, soalnya kayaknya hiasan yang di atas kepalanya berat banget, sampai melihat kanan kiri juga terasa berat untuk menoleh, yang sabar ya mbak, demi menjadi ratu sehari . Untuk persoalan makanan bisa diacungin jempol, makanan masakan Padang ni enak semua. Mungkin karena sama-sama masih lidah orang Sumatera jadi terasa enak semuanya. Tamboh ciekk!!!!
Dan setelah selesai menghadiri pesta pernikahan teman kami itu, petualangan pun dimulai kembali. Kali ini kami akan mengunjungi Ngarai Si Anok, Goa Jepang dan Jam Gadang tentunya. Dalam perjalanan menuju kesana, di pinggir jalan ada air terjun. Berhenti sebentar demi foto-foto. Sepertinya air terjun ini cukup menarik perhatian pengendara yang melintasinya. Menyegarkan mata sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Perjalanan menuju Lembah itu menghabiskan waktu sekitar 2 jam sepertinya. Sampai tidur berkali-kali ga sampai juga. Yang ga enaknya baterai kamera habis ketika kami sudah tiba di goa jepang, jadi ga sempat berfoto sama sekali. Padahal gua jepang itu bagus untuk difoto. Di dalam Gua Jepang itu terasa dingin dan lembap, sepertinya ada banyak penghuninya yaitu mahluk-mahluk alam gaib. Apalagi konon katanya itu adalah tempat penyiksaan penduduk Indonesia, issshhh seram membayangkannya. Sepanjang goa ada masing-masing lorong yang berbeda-beda fungsinya. Ada yang untuk tempat tidur bagi para tentara Jepang, restoran, lumbung senjata, dan juga ada bioskopnya. Tapi tetap saja ga enak diliat, serammm... Apalagi di dapurnya yang konon katanya tempat penyiksaan terhadap penduduk atau tentara indonesia berlangsung, ada lubang penghubung ke luar gua tempat mayat-mayat korban siksaan dibuang, ihhh. Ga betah lama-lama berada di dalam gua itu, kepala pusing rasanya. Mikirin betapa kejamnya penyiksaan zaman kemerdekaan dulu. Hormatku bagimu Pahlawan Bangsa. Salut!!!
Kemudian perjalanan kami pun berlanjut lagi menuju Jam Gadang. Keren euy pemandangannya, walaupun sebenarnya jam Gadangnya biasa aja,hehehe. Gak kok, keren juga ga kalah jauh sama punyanya Inggris. Kami cukup beruntung ketika berkunjung kesana, karena sesampainya disana ada pelangi, indah sekali. Rasanya ga cukup berkali-kali foto. Senang sekali. Setelahnya kami belanja oleh-oleh di Pasar atas. Harganya lumayan murah-murah. Ga kayak belanja di objek wisata di Danau Toba, banyak terjadi penipuan kalau ga pintar bahasa Batak. Di Padang ini penjualnya lumayan jujur-jujur, tidak menaikkan harga terlalu tinggi, membuat kita nyaman untuk berbelanja. Mari-mari belanja sepuasnya.
Akhirnya petualangan kami di Padang pun berakhir. Tugas negara sudah menanti di Jakarta.
Sampai ketemu lagi Kota Padang pada kunjungan berikutnya, Terima kasih atas sambutannya yang hangat
Theresia Tobing : manusia sederhana ciptaaan Tuhan, itu saja.. :)
28 Februari, 2012
07 Februari, 2012
Yooo.. Yooo.. Pra Jabatan Kementerian Keuangan CPNS Golongan III Tahun 2011
Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pra Jabatan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun 2010. Hal tersebut merupakan rangkaian proses untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil nantinya.
Aku termasuk salah seorang yang beruntung karena bisa merasakan nikmatnya Pra Jabatan di luar pulau tepatnya di kampung halaman sendiri yaitu di Medan, hehehe.. Kesempatan yang langka tentunya.
Bersama dengan 4 teman Bapepam LK lainnya kami bersama-sama menuju Medan, ini ada bukti fotonya loh (merasa senang karena kembali bisa menaiki Garuda Indonesia dan dibayari negara pulak, I Love this Country :D )
Ketika di pesawat, perasaan kayaknya ada sesama rekan Prajab juga yang sama dengan kami. Kayaknya anak Bea Cukai, tapi kalau melihat badannya yang ga tegap kurang yakin juga kalau mereka anak Bea Cukai, upsss, sori oii...
Dan pertanyaan kami terjawab, mereka ternyata anak Bea Cukai, tapi gayanya sok cool gitu, jadi males deh, kecuali satu orang yang namanya Galih, asyik anaknya, dari awal perkenalan udah langsung kompak gitu.
Malamnya untuk pertama kali kami semua diperkenalkan satu sama lain, ada kejadian lucu malam itu, soalnya ada salah seorang teman yang namanya Syukran memakai baju Batik yang sama motifnya dengan yang ak punya, untung saja malam itu ak ga pakai batik yang itu juga, kalo gak beghhh, apa kata dunia ya , mengutip perkataan Nagabonar :D. Dan gara-gara berisiknya ak dan syukran mempermasalahkan motif baju itu, akhirnya aku malahan ditunjuk untuk menjadi Sekretaris sekaligus Bendahara Senat, weleh2 si Komo lewat :P
Dari awal pertemuan sepertinya teman-teman Prajabku ini cukup menyenangkan. Kami berasal dari berbagai institusi yang berbeda-beda. Ada dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Bapepam LK pastinya.
Ini beberapa foto kami di awal-awal pertemuan:
Yang paling menyenangkan dari PraJab ini adalah lokasinya di tengah kota dan enaknya dilaksanakan di hotel,ya meskipun hotel Bintang dua sih. Pemandangan dari salah satu kamar hotel ya seperti ini :
Prajab ini berisikan pembobotan para peserta tentang paham kebangsaan dan kenegaraan, bagaimana berperilaku sebagai aparatur negara, memahami Pancasila dan NKRI, ya intinya mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik untuk kami sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.
Pada saat jam pelajaran, biasanya aku duduk tidak bersama-sama dengan teman-teman Bapepam. Aku memilih untuk memisahkan diri dan duduk bersama dengan teman-teman dari Dirjen lainnya, apalagi yang cowok2, hehehe.. Bukan ada maksud apa-apa, namun terkadang berteman dengan cowok-cowok itu jauh lebih menyenangkan karena mereka tidak suka bergosip. :D
Pelajaran kami dimulai dari jam 5 pagi dan berakhir sampai jam 7 malam. Saat yang paling berat adalah ketika harus bangun demi lari pagi mulai dari hotel sampai istana maimun, berat sekali langkah, apalagi detik2 bangun dari tempat tidur, ingin rasanya Prajab ini cepat berakhir. Aku ingat saat2 itu teman kami yang bernama angga dan opung, karena posisi kamarnya pas di depan kamar ku dan kak putri, hampir di setiap pagi mereka membangunkan kami. Suara bel yang tiada berhenti sampai dengan lagu-lagu disco yang diputer luar biasa kencangnya demi membangunkan kami, jadi sarapan kami di setiap pagi, Thanks anyway guys...
Jam makan kami juga bisa dikatakan sangat ketat karena diawasi oleh Tentara ada Pak Suprapto namanya, lalu di setiap akan memulai dan mengakhiri makan kita harus mempersiapkan diri dlu lalu mengatakan : Selamat Makan dan Terima Kasih. Pokoknya hidupku tertib sekali selama di Medan.
Pelajaran yang paling menyenangkan adalah tentang Membangun Kerjasama Tim, karena dilakukan di luar kelas. Salut juga dengan tim pengajar yang mengadakan kompetisi-kompetisi untuk setiap permainan dan juga membentuk kelompok untuk masing-masing kami sehingga kami makin akrab satu sama lain. Masih teringat saat-saat permainan memasukkan paku ke dalam botol, hampir saja ak frustasi karena angin yang selalu menggangu permainan, padahal tim lain sudah masuk semua pakunya, hadehh, untung saja teman2 yang lain tetap mendukung tim kami. Ada juga permainan melewati tali,memecahkan balon lawan,memindah-mindahkan air dan yang paling lucu adalah menciptakan yel-yel. Serunya...
Selama PraJab kami melewati dua kali akhir pekan. Pada minggu pertama, kami melewatinya dengan bersama-sama makan durian bang ucok yang terkenal itu di daerah Pringgan. Hal yang selalu bisa dikenang adalah ketika kami yang berjumlah sekitar 24 orang berada dalam 1 angkot, hehehe.. Ada yang tiduran, jongkok, berdiri, yang pasti empet-empetan. Dan tentu saja panasnya bukan main :D. Lalu aku juga membawa mereka melihat Lapangan Merdeka yang sekarang diubah menjadi Merdeka Walk.
Di minggu kedua, kami melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Aku memilih untuk mengajak sebagaian teman-teman ke Danau Toba Parapat, salah satu objek wisata yang ada di Parapat. Dan karena kegiatan tersebut bertepatan dengan perayaan Idul Adha, sebagian teman-teman memilih untuk tetap tinggal di hotel dan belajar. Meskipun pada akhirnya aku baru tahu kalo mereka ternyata memilih bermain bilyard... ehhh dasar!!!
Dan pada akhirnya Pra Jabatan itu harus berakhir. Pada akhir minggu kami melalui dua hari berturut-turut dengan ujian semua materi yang telah diajarkan. Belajar sampai jam 2 pagi karena materi yang kebanyakan. Lucu juga terkadang sampai pindah-pindah kamar karena banyaknya gangguan, hehehee... Mungkin teman2 Prajab Medan mengerti gangguan seperti apa yang aku hadapi :D
Banyak kisah yang telah terjadi, untuk pertemanan yang telah terjalin. Senang telah mengenal kalian semua teman2, semoga ilmu yang telah diperoleh selama masa PraJabatan bisa diterapkan demi kemajuan bangsa. Sampai ketemu kembali di Diklat-diklat Kementerian Keuangan lainnya.
Seperti lagu yang pernah kita nyanyikan bersama:
Perpisahan ini... Janganlah cepat berlalu..
Perpisahan ini.. ingin kukenang selalu...
Hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu..
Hatiku damai, jiwaku tentram di sampingmu..
Gonna miss u all, guys :D :D
02 Februari, 2012
Keluarga
2 Februari 2012
akhirnya kembali membuka blog ini setelah sekian lama. dikarenakan beberapa kesibukan di Kepanitiaan Seleksi Dewan Komisioner OJK. Ya, karena masih banyak yang belum daftar jadi saya nge-blog aja dulu.
entah kenapa kali ini ingin menceritakan tentang keluarga. Terinspirasi dari blog teman saya ketika kuliah yang keliatannya sangat kompak dan mesra dengan keluarganya.
Kalau memandang apa yang pernah terjadi pada keluargaku di masa lalu tampaknya memang jauh dari kesan bahagia. begitu banyak kesedihan yang ada disana. tapi ya apa yang boleh terjadi di kehidupanku adalah rencana Tuhan, jadi biarlah Beliau yang bekerja, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani saja.
mengingat masa kecil yang benar-benar harus bertumbuh jauh dari keluarga, tidak mengenal kasih sayang dari orangtua dari jarak dekat. sosok kakak yang berubah menjadi sosok ayah dan ibu sekaligus. Ya bagaimanapun kalo semakin diingat, aku sendiri salut dengan keteguhan hati kami melewati semua hal yang telah terjadi di masa lalu. Dan memandang bahwa saat ini kami masih bertahan dengan kondisi baik-baik saja.
Namun bagaimanapun, kalau digali-gali lagi ada menyisakan sedikit luka disini, di hati. tapi ada temanku yang berpesan bahwa ini adalah jalan kehidupan yang sedang kita jalani, maka jalani saja. Masing-masing manusia sudah ada jalannya.
ahh, sudahlah, ak juga yakin masing-masing manusia punya cerita keluarganya juga, kisahku seperti ini, mungkin kisah yang lain akan berbeda :D
akhirnya kembali membuka blog ini setelah sekian lama. dikarenakan beberapa kesibukan di Kepanitiaan Seleksi Dewan Komisioner OJK. Ya, karena masih banyak yang belum daftar jadi saya nge-blog aja dulu.
entah kenapa kali ini ingin menceritakan tentang keluarga. Terinspirasi dari blog teman saya ketika kuliah yang keliatannya sangat kompak dan mesra dengan keluarganya.
Kalau memandang apa yang pernah terjadi pada keluargaku di masa lalu tampaknya memang jauh dari kesan bahagia. begitu banyak kesedihan yang ada disana. tapi ya apa yang boleh terjadi di kehidupanku adalah rencana Tuhan, jadi biarlah Beliau yang bekerja, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani saja.
mengingat masa kecil yang benar-benar harus bertumbuh jauh dari keluarga, tidak mengenal kasih sayang dari orangtua dari jarak dekat. sosok kakak yang berubah menjadi sosok ayah dan ibu sekaligus. Ya bagaimanapun kalo semakin diingat, aku sendiri salut dengan keteguhan hati kami melewati semua hal yang telah terjadi di masa lalu. Dan memandang bahwa saat ini kami masih bertahan dengan kondisi baik-baik saja.
Namun bagaimanapun, kalau digali-gali lagi ada menyisakan sedikit luka disini, di hati. tapi ada temanku yang berpesan bahwa ini adalah jalan kehidupan yang sedang kita jalani, maka jalani saja. Masing-masing manusia sudah ada jalannya.
ahh, sudahlah, ak juga yakin masing-masing manusia punya cerita keluarganya juga, kisahku seperti ini, mungkin kisah yang lain akan berbeda :D
Langganan:
Postingan (Atom)

