Theresia Tobing : manusia sederhana ciptaaan Tuhan, itu saja.. :)
20 April, 2011
COMOT ( Community of Kosong Tiga)
Sebuah Pepatah mengatakan : Sahabat adalah seseorang yang tetap bisa menyanyikan lagu untukmu, meskipun dirimu tidak mengatakan syairnya.
Mungkin pepatah itu ada benarnya juga. Sekitar 7 tahun yang lalu, aku mengenal sebuah persahabatan yang bernama COMOT. Comot sendiri di awal sejarah pembentukannya diberi nama demikian karena anggota-anggotanya sering mencomot (baca : mengambil) makanan orang pada saat makan bersama, ya bisa dikatakan seperti saling mencicipi makanan. Tetapi seiring waktu, COmot itu kami beri arti sendiri yaitu Komunitas Kosong Tiga. Anggotanya sendiri, di awal pembentukannya terdiri hampir dari 23 orang, berasal dari suku-suku yang ada di Sumatera Utara dan beragama Kristen. Bukan bermaksud untuk membeda-bedakan agama atau suku tertentu, tetapi ya kebetulan aja kami bisa akrab dan kompak, jadilah terbentuk satu Komunitas ini.
Ketika merasa sendirian, ketika masalah-masalah menghadang, senang rasanya tetap memiliki mereka, di samping keluarga tentunya sebagai yang utama. Masa-masa perkuliahan terasa menyenangkan. Ketika menjalaninya bersama mereka, ada tawa, canda dan kesedihan juga tentunya. Beberapa di antara kami ada yang memasuki organisasi yang sama, dan yang lainnya ada juga yang memilih untuk tidak memasuki organisasi manapun, orang-orang seperti itu tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas kekompakan pada saat ego organisasi melanda :)
Tidak bisa dipungkiri kerap sekali ada permasalahan menghadang, namun dengan keterbukaan dan perasaan telah terikat persaudaraan, kami berhasil melaluinya. Banyak tempat di Medan khususnya lingkungan Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara yang menjadi tempat kenangan kami. Mulai dari ruangan perkuliahan, taman fakultas, parit depan fakultas, gedung belakang, depan fakultas dan tentunya Warung kebanggaaan bersama "WAMAR".
Berbicara tentang Wamar,kami selalu menghabiskan waktu disana. Ada banyak kisah yang terjalin disana. Yang semakin mempererat hubungan kami. Jadi ingat saat-saat dimana para lelaki comot sibuk dengan 'berlayar'nya dan kami dengan santai menunggu mereka selesai di depan Wamar. Menunggu siapa yang menang, agar bisa ditraktir.
:D, hmmm Persahabatan memang akan selalu membuatmu tersenyum.
Kini 4 tahun berlalu setelah kami tamat. Ada banyak perubahan yang terjadi. Lingkungan telah membedakan kami, ada yang di Medan, manado-Surabaya-nias-Bandung-Dumai, Jakarta, masing-masing sibuk dengan dunianya. Tetapi, aku yakin di hati kami masing-masing tali persahabatan dan persaudaraan ini akan tetap ada dan selalu terjalin. Untuk kami Comot yang ada di Jakarta, setiap pertemuan selalu menyisakan kenangan yang manis. Berbagi cerita di masa lalu, mendiskusikan persoalan kekinian dan pada akhirnya menyisakan senyuman. Bukankah itu inti dari persahabatan?? adanya hati yang tersenyum....
Sahabat, dimanapun kalian, bagaimanapun kalian,,
aku berharap bisa selalu ada untuk kalian..
Betapa aku menyayangi kalian,...
Aku senang ketika masih bisa bernapas dengan udara yang sama,
yang masih kalian hirup juga..
Dan selalu di akhir doaku,
Selalu kuucapkan agar Tuhan selalu menjaga kalian....
From ur Galing-Terong-Terjeng
With Love :D
Langganan:
Postingan (Atom)


